Kumpulan Cerita Lucu

Ibu Agak Nggak Suka Sama Nama Kamu

 

Bu guru sedang mengabsen muridnya di kelas 1 sekolah dasar:

Guru: Nana Yuliani!
Nana: Saya, Bu!

Guru: Denny Hutagalung!
David: Saya, Bu!

Guru: Tono Sutono M!
Tono: Saya, Bu!

Guru: Tono, tolong kemari sebentar
Tono: Kenapa, Bu Guru?

Guru: Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo sudah Tono, jangan pake Sutono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak ibu kamu, ya!?
Tono: Iya, Bu!

Guru: Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?

Tono: Mutono, Bu!

Arti Sebuah Persahabatan

Andi : Sejak Dodo, teman akrab saya pindah ke sekolah lain, saya jadi malas jajan ke kantin sekolah.
Rudi : Wah, sampai begitu besarkah rasa persahabatan di antara kalian?
Andi : Tidak juga. Hanya selama ini Dodo yang membayar bila kami jajan di kantin.

Terapi Untuk Menyembuhkan Gagap

 Gagap: "Saya men mend... mendengar .. bah... bahwa Anda dapat mem ... mem ... membantu saya."

Terapis Ucapan: "Ya, tentu. Silakan berbaring di kursi, melihat langsung di mataku, dan menghitung perlahan-lahan sampai sepuluh."

Gagap: "O. .. satu, d. .. dua, ti ... ti ... tiga, ..... delapan, sembilan, sepuluh. Ini luar biasa, saya tidak tergagap lagi!"

Terapis Ucapan: "Okelah kalo begitu. Biaya terapinya tadi 300 dolar."

Gagap: "B. .. b. .. ber ... berapa banyak?!"

Nama Ibu

 

Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal-mengenal antara guru dan murid.

Guru : Siapa nama kamu?

Murid : Amelia.

Guru : Kalau ibu kamu siapa?

Murid : Mama.

Guru : Maksud ibu, nama Ibu kamu?

Murid : Iya, Mama.

Guru : Okelah, bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu?

Murid : Eh, monyet!

Udin dan Janda Muda

 
Mengandalkan kekayaan orangtuanya, walaupun sekolahnya drop-out, Udin tidak merasa rendah diri. Bahkan ia berhasil mengawini dengan bangga seorang janda muda yang cantik.

Resikonya, sang istri kelihatan tidak pernah merasa puas. Dan saat ini Udin mulai mengungkapkan perasaannya:

Udin: Tapi, sayangku! rayunya. Aku sudah melakukan segala sesuatu yang aku bisa untuk membuatmu bahagia. Terutama sejak malam pertama kita, sayangku.

Sang istri: Tapi engkau tidak melakukan satu hal seperti yang dilakukan suami pertamaku untuk membuatku bahagia. jawab sang istri.

Udin: Sebutkan apa saja itu, sayang. kata Udin dengan nada rayuannya.

Sang istri: Meninggal. jawabnya bahagia.

Saya Bersedia Melakukan Apapun Yang Bapak Mau

Seorang mahasiswi seksi yang terancam gagal ujian mendatangi kantor dosennya yang masih muda. Dia melirik ke sekililingnya sebentar, menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.

Pak Dosen, Saya bersedia melakukan apapun juga agar lulus ujian., ujarnya sambil melirik genit.

Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkab rambutnya, menatap matanya penuh arti. Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya bisiknya, Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau

Dosen muda tadi membalas tatapannya, Apapun?

Apapun!, jawab sang mahasiswi secepatnya.

Suara dosen itu melembut, Apapun?

Apapun.

Akhirnya Pak dosen berbisik, Maukah kamu belajar?

Kelelawar Beda Jurusan Dengan Tikus

 Malam itu di sebuah got ada seekor ibu tikus dan seekor anak tikus, Mereka sedang mengobrol di pinggir got.

Anak tikus melihat seekor kelelawar terbang di atasnya dan kemudian bertanya pada ibu tikus.

"Ibu, apa itu yang lagi terbang di atas?"

Sang ibu tikus pun menjawab, "Ooo ..., itu kelelawar nak namanya ...."

Si anak tikus pun bertanya lagi, "Kok wajahnya mirip kita?"

Sang ibu menjawab, "Sebenarnya kelelawar itu masih sebangsa dengan kita ..., tapi dia ambil jurusan penerbangan...!!!"

Tulisan Tangan Untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan

Dalam suatu penyelidikan, polisi mengarah pada sebuah surat dengan tulisan tangan yang merupakan barang bukti yang sangat penting untuk mengungkap sebuah misteri pembunuhan.

Menurut dugaan polisi surat tersebut adalah tulisan tangan si A tersangka pembunuh. Si A punya sahabat dekat bernama B yg tinggal di kota lain. Untuk memastikannya polisi memanggil si B untuk diperiksa sebagai saksi.

Polisi (P) : "Sudah berapa lama saudara kenal dengan si A?"
Si B (B) : "Kira-kira selama 2 tahun, Pak."
(P) : "Selama 2 tahun itu apakah saudara sering korespondensi dengan si A?"
(B) : "Ya, sering pak..."
(P) : (sambil menyodorkan secarik kertas dengan tulisan tangan) "Saudara kenal dengan tulisan ini?"
(B) : (dengan kening sedikit mengernyit si B menggelengkan kepala tanda tidak mengenal tulisan itu)
(P) : (sambil menghardik) "Benar saudara tidak mengenali tulisan ini? Jangan bohong, saudara bisa dikenai sanksi berat karena melindungi kejahatan dan kesaksian palsu! Bukankah tadi saudara bilang kenal dia sudah lama dan sering korespondensi!"
(B) : (Tidak kalah galak dan sambil berdiri) "Bagaimana saya bisa mengetahui itu tulisan sahabat saya atau bukan, selama ini... kami berkorespondensi lewat e-mail."
(P) : "?????"

Presiden dan Pameran Lukisan

Suatu hari seorang presiden sebuah negara pergi melihat pameran lukisan-lukisan.

Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya untuk  menuntunnya.
Presiden  : Wah, lukisan ini bagus sekkali. Gambar ikannya bener-bener hidup.
Ajudan      : Shttt Jangan keras-keras Pak. Itu gambar buaya.
Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.
Presiden  : Gambar Gajah ini benar- benar gagah.
Ajudan      : Shttt Ojo keras-keras Pak. Itu gambar banteng.
Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar,sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru:
Wah, sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu nyata anatominya.
Ajudannya langsung tertegun dan berkata : Pssttt. Jangan keras-keras Pak. Itu cermin!

Tidak Akan Menikah Lagi Jika Salah Satu Meninggal

 Seorang suami sedang ngobrol dengan istrinya,

Suami : "Jika aku meninggal, apakah kamu akan menikah lagi?"
Istri      : "Tentu saja tidak! Aku akan tinggal bersama adik perempuanku. Lalu bagaimana dengan kamu, apakah jika aku mati, kamu akan                menikah lagi?"
Suami  : "Ya tidak lah, sama dengan kamu, aku juga akan tinggal bersama dengan adik perempuanmu."

Request Via Radio di Bulan Puasa

Seorang pendengar Radio ABCD sedang terlibat percakapan via telepon dengan sang penyiar sekitar jam 4 sore:

Pendengar : "Hallo radio ABCD?"

Penyiar : "Betul, dengan siapa ne?"

Pendengar : "Dengan Anggi.. Boleh request gak?"

Penyiar : "Boleh... Anggi mau request apa?"

Pendengar : "Tolong puterin Adzan Magrib dong!!"

Penyiar : "!!!!????#@@##@???"

Dicat

 

Ada seorang raja yang sedang pergi berburu ke hutan bersama pengawal-pengawalnya, ketika ia melihat sebuah pohon dengan sebuah lingkaran target yang dicat di pohon itu dengan sebuah anak panak di tengah lingkaran target itu.

Siapakah gerangan orang yang bisa memanah dengan sangat baik begini? sang raja berkata. Saya harus bertemu orang itu.

Setelah melanjutkan perjalanannya lagi, ia bertemu dengan seorang anak kecil yang membawa sebuah busur dan anak panah. Setelah ditanya-tanya akhirnya dia mengakui kalau dialah yang memanah anak panah itu pada lingkaran target.

Kamu nggak memalukan anak panah kamu ke tengah-tengah target kan? tanya sang raja.

Tentu saja tidak. Saya memanahnya dari jarak 100 kaki. Beneran deh, saya sumpah.

Itu sangat menakjubkan, ujar si raja. Saya akan mengajak kamu menjadi pasukan memanah saya. Tapi saya harus bertanya satu hal lagi. Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu?

Begini, sahut anak itu, pertama saya memanahkan anak panah saya ke pohon, lalu saya menggambar lingkaran target itu dengan cat di sekelilingnya.